Popular Posts
About
Blog Archive
- Januari 2021 (1)
Cari Blog Ini
Mengenai Saya
Manajemen pendidikan Islam merupakan manajemen pendidikan yang berlabel Islam. Sudah barang tentu mempunyai karakteristik tersendiri. Karakteristik itu tidak lepas yang bersifat Islami. Menurut Prof. Dr. Mujamil Qomar, istilah Islam itu dapat dimaknai sebagai Islam wahyu atau Islam budaya. Islam wahyu meliputi Al Qur’an dan hadist-hadist nabi maupun hadist qudsi. Sementara itu, Islam budaya meliputi ungkapan sahabat, pemahaman ulama, pemahaman cendekiawan muslim dan budaya umat Islam.[14]
Oleh
sebab itu manajemen pendidikan Islam melibatkan wahyu dan budaya kaum muslimin
ditambah dengan kaidah-kaidah manajemen pndidikan secara umum. Hal-hal yang
selalu dipertimbangkan sebagai bahan acuan adalah sebagai berikut:
1. Teks-teks
wahyu baik A1-Qur’an maupun hadis yang terkait dengan manajemen pendidikan
Islam
Misalnya surat al-Hasyr:
18
“Hai
orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap diri
memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok dan bertaqwalah kepada
Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”
Hadist
Riwayat Ibnu Majah:
Ibnu
Majah menyatakan, Al-Abbas bin Walid al Dimsyqiy telah menyampaikan riwayat
kepada kami, Wahb bin Sa’id bin Athiyah Al Salamiy telah menympaikan riwayat
kepada kami, Abd. Al Rahman bin Zaid bin Aslam telah menyampaikan (riwayat)
kepada kami (riwayat ini) dan ayahya dari Abudllah bin Umar yang berkata,
Rasulullah bersabda : Berikanlah gaji / upah pegawai sebelum kering
keringatnya”[15]
2. Perkataan-perkataan
para sahabat nabi maupun ulama dan cendekiawan muslim yang terkait dengan
manajemen pendidikan.
Contohnya
perkataan Sayyidina Ali bin Abi Thalib
“Kebenaran
yang tidak terorganisir dapat dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisasi”
3. Realitas
perkembangan lembaga pendidikan Islam
4. Kutlur
komunitas (pimpinan dan pegawal) lembaga pendidikan Islam
5. Ketentuan
kaidah-kaidah manajemen pendidikan
Bahan
acuan di atas merupakan refleksi ciri khas bangunan manajemen pendidikan Islam
kecuali yang ketentuan kaidah-kaidah manajemen pendidikan (nomor 5) merupakan
tambahan yang bersifat umum. Pengambilan itu tentunya setelah diseleksi
berdasarkan nilai-nilai Islam dalam realitas yang dihadapi lembaga pendidikan
Islam.
Teks
wahyu sebagai sandaran teologis; perkataan-perkataan para sahabat nabi, lama
dan cendekiawan muslim sebagai sandaran rasional; realitas perkembangan lembaga
pendidikan Islam serta kultur komunitas (pimpinan dan pegawai) lembaga
pendidikan Islam sebagai sandaran empiris; sedangkan ketentuan kaidah-kaidah
manajemen pendidikan Islam sebagai sandaran teoritis. Jadi, bangunan manajemen
pendidikan Islam ini diletakkan di atas empat sandaran yaitu sandaran teologis,
rasional; empiris dan teoritis.[16]
Dan
berbagai sandaran yang bersifat ilahi, rasio dan ilmiah akan menimbulkan
keyakinan yang berdasar pada kebenaran ketuhan, berdasar akal fikiran, berdasar
data yang akurat yang dipraktekkan berkali-kali dalam pengelolaan pendidikan.
Dapat
dipahami bahwa manajemen pendidikan Islam yang karakteristik Islami akan lebih
unggul dibanding dengan manajemen pendidikan yang bersifat umum, baik secara
personal maupun lembaga. Satu lagi yang perlu kita cermati apakah kelebihan
manajemen pendidikan Islam yang unggul secara teori sudah diwujudkan unggul
secara riil dalam dunia atau lembaga pendidikan di negeri ini?
Menurut
Mujamil Qomar, perwujudan secara riil manajemen pendidikan Islam masih kalah
dengan non muslim hal ini ditunjukkan oleh hal-hal di bawah ini :
1. Islam
masih terbiasa dengan tradisi dakwah, ukan akademik
2. Dalam
hal pendanaan Islam masih jauh dari kebutuhan.
3. Kepedulian
masyarakat terhadap pendidikan Islam masih kurang, masyarakat Islam jika
mempunyai anak pandai di sekolahkan pada sekolah negeri.
4. Profesionalisme
masyarakat muslim masih apa adanya.
MEDIA PEMBELAJARAN
Kunjungi juga: Contoh Ppt Huda
0 komentar:
Posting Komentar