Popular Posts

About

Blog Archive

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

 Manajemen pendidikan Islam merupakan manajemen pendidikan yang berlabel Islam. Sudah barang tentu mempunyai karakteristik tersendiri. Karakteristik itu tidak lepas yang bersifat Islami. Menurut Prof. Dr. Mujamil Qomar, istilah Islam itu dapat dimaknai sebagai Islam wahyu atau Islam budaya. Islam wahyu meliputi Al Qur’an dan hadist-hadist nabi maupun hadist qudsi. Sementara itu, Islam budaya meliputi ungkapan sahabat, pemahaman ulama, pemahaman cendekiawan muslim dan budaya umat Islam.[14]

Oleh sebab itu manajemen pendidikan Islam melibatkan wahyu dan budaya kaum muslimin ditambah dengan kaidah-kaidah manajemen pndidikan secara umum. Hal-hal yang selalu dipertimbangkan sebagai bahan acuan adalah sebagai berikut:

1.      Teks-teks wahyu baik A1-Qur’an maupun hadis yang terkait dengan manajemen pendidikan Islam

Misalnya surat al-Hasyr: 18

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan

Hadist Riwayat Ibnu Majah:

Ibnu Majah menyatakan, Al-Abbas bin Walid al Dimsyqiy telah menyampaikan riwayat kepada kami, Wahb bin Sa’id bin Athiyah Al Salamiy telah menympaikan riwayat kepada kami, Abd. Al Rahman bin Zaid bin Aslam telah menyampaikan (riwayat) kepada kami (riwayat ini) dan ayahya dari Abudllah bin Umar yang berkata, Rasulullah bersabda : Berikanlah gaji / upah pegawai sebelum kering keringatnya”[15]

2.      Perkataan-perkataan para sahabat nabi maupun ulama dan cendekiawan muslim yang terkait dengan manajemen pendidikan.

Contohnya perkataan Sayyidina Ali bin Abi Thalib

Kebenaran yang tidak terorganisir dapat dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisasi

3.      Realitas perkembangan lembaga pendidikan Islam

4.      Kutlur komunitas (pimpinan dan pegawal) lembaga pendidikan Islam

5.      Ketentuan kaidah-kaidah manajemen pendidikan

Bahan acuan di atas merupakan refleksi ciri khas bangunan manajemen pendidikan Islam kecuali yang ketentuan kaidah-kaidah manajemen pendidikan (nomor 5) merupakan tambahan yang bersifat umum. Pengambilan itu tentunya setelah diseleksi berdasarkan nilai-nilai Islam dalam realitas yang dihadapi lembaga pendidikan Islam.

Teks wahyu sebagai sandaran teologis; perkataan-perkataan para sahabat nabi, lama dan cendekiawan muslim sebagai sandaran rasional; realitas perkembangan lembaga pendidikan Islam serta kultur komunitas (pimpinan dan pegawai) lembaga pendidikan Islam sebagai sandaran empiris; sedangkan ketentuan kaidah-kaidah manajemen pendidikan Islam sebagai sandaran teoritis. Jadi, bangunan manajemen pendidikan Islam ini diletakkan di atas empat sandaran yaitu sandaran teologis, rasional; empiris dan teoritis.[16]

Dan berbagai sandaran yang bersifat ilahi, rasio dan ilmiah akan menimbulkan keyakinan yang berdasar pada kebenaran ketuhan, berdasar akal fikiran, berdasar data yang akurat yang dipraktekkan berkali-kali dalam pengelolaan pendidikan.

Dapat dipahami bahwa manajemen pendidikan Islam yang karakteristik Islami akan lebih unggul dibanding dengan manajemen pendidikan yang bersifat umum, baik secara personal maupun lembaga. Satu lagi yang perlu kita cermati apakah kelebihan manajemen pendidikan Islam yang unggul secara teori sudah diwujudkan unggul secara riil dalam dunia atau lembaga pendidikan di negeri ini?

Menurut Mujamil Qomar, perwujudan secara riil manajemen pendidikan Islam masih kalah dengan non muslim hal ini ditunjukkan oleh hal-hal di bawah ini :

1.      Islam masih terbiasa dengan tradisi dakwah, ukan akademik

2.      Dalam hal pendanaan Islam masih jauh dari kebutuhan.

3.      Kepedulian masyarakat terhadap pendidikan Islam masih kurang, masyarakat Islam jika mempunyai anak pandai di sekolahkan pada sekolah negeri.

4.      Profesionalisme masyarakat muslim masih apa adanya.

 

0 komentar:

MEDIA PEMBELAJARAN

  Kunjungi juga:  Contoh Ppt Huda